Film Nobody Loves Kay: Perjuangan Mewujudkan Mimpi Esports

Film Nobody Loves Kay menggambarkan perjuangan mengejar mimpi di dunia esports dengan kenyataan yang tak terduga.

Film Nobody Loves Kay mengisahkan perjuangan mengejar mimpi di dunia esports.

Film menyajikan kisah inspiratif yang berfokus pada realita di balik gemerlap dunia pro-player. Hasil kolaborasi antara ONIC, Visinema Pictures, Migunani Cinema Cult, Folago Pictures, dan Qun Films ini akan mulai tayang di bioskop pada Kamis, 4 Juni 2026.

Terinspirasi dari perjalanan hidup Kairi, bintang dari ONIC , film drama yang mengusung tema coming of age ini tidak hanya menyoroti kemenangan di arena pertandingan, tetapi juga mental dan kondisi psikologis remaja dalam mengejar mimpi. Sutradara Bernardus Raka menyatakan bahwa proyek ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana seorang remaja berjuang meskipun dikelilingi oleh keraguan.

Melalui karakter utama bernama Kay, penonton akan melihat perjuangan menghadapi ambisi yang dianggap mustahil oleh orang-orang di sekitarnya. Kairi, yang merupakan sumber inspirasi film ini, menekankan bahwa cerita yang dihadirkan adalah representasi dari pengorbanan panjang yang sering tidak terekam dalam kamera saat turnamen. Dia berharap film ini dapat menyentuh banyak hati, bahkan tidak hanya bagi penggemar Mobile Legends: Bang Bang (MLBB).

“Yang orang lihat di turnamen adalah hasil akhirnya, film ini menceritakan perjuangan di baliknya. Ini bukan hanya untuk penggemar MLBB, tetapi juga untuk mereka yang berani bermimpi,” kata Kairi dalam wawancara pada Selasa, 5 Mei 2026.

Sementara itu, Bernardus Raka menggambarkan film debutnya ini sebagai karya yang jujur, yang bertujuan untuk mendobrak stigma bahwa esports hanyalah permainan. Menurutnya, di balik kesuksesan seorang atlet terdapat tekanan dan tekad yang kuat untuk terus mengejar cita-cita, meskipun banyak yang meragukan.

Peran Kay diemban oleh aktor muda Bima Azriel, yang sebelumnya pernah terlibat dalam proyek film pendek dengan tema serupa. Bima menjelaskan bahwa karakter Kay adalah sosok yang memulai dari hobi, namun harus menghadapi kenyataan pahit, terutama terkait dengan harapan orang tua yang lebih menginginkan dia fokus pada pendidikan.

“Kay itu awalnya dari hobi, merasa punya bakat, tetapi banyak hambatan dari orang tua yang ingin anaknya fokus pada akademik dan belum terbuka untuk dunia pro-player,” ungkap Bima Azriel tentang tantangan yang dihadapi karakternya.

Dalam film ini, Bima akan beradu peran dengan Rey Bong sebagai Ido dan Joshia Frederico sebagai Aurelio. Alur cerita Nobody Loves Kay menggambarkan masa-masa sulit Kay saat didepak dari timnya dan hampir kehilangan harapan. Kehadiran Amanda, yang diperankan oleh Aurora Ribero, menjadi kunci dalam perjalanan Kay untuk bangkit dari kegagalan. Selain bintang muda, film ini juga menampilkan aktor senior seperti Ariyo Wahab dan Mian Tiara.

Diharapkan, Nobody Loves Kay bisa menjadi cermin bagi masyarakat tentang keberanian untuk memilih jalan hidup dan percaya pada mimpi yang kerap diremehkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *